Senin, 02 Juni 2014

KEPEMIMPINAN DAHLAN ISKAN JILID 2

Dahlan Iskan




      Dahlan Iskan lahir di Desa Kebun Dalam Tegalarum, Kecamatan Bando, Magetan, Jawa Timur, tahun 1951.Istri nya bernama Nafsiah Sabri dan di karuniai satu orang anak yang bernama Azul Ananda. Dahlan Iskan dibesarkan di lingkungan pedesaan dangan kondisi serba kekurangan,atas kegigihan dan kesugguhan luar biasa atau istilah yang di katakana dahlan Iskan adalah kesungguhan 24 karat Ia dapat merubah kehidupan yang kelam menjadi penuh warna dan bermanfaat bagi masyarakat sekitarnya.Ia sukses mengubah dirinya dari pengusaha kecil menjadi pengusaha besar.Dari pendidikan yang di drop out(DO)  menjadi pemimpin BUMN yang terhormat.
            Setelah sukses membangun perusahaan Jawa pos menjadi raja media,Ia di tawarkan oleh presiden untuk memimpin perusahaan plat merah yaitu PLN.Semenjak beliau bergabung di PLN beliau bergerak cepat dan melakukan dobrakan  untuk memperbaiki pemasalahan baik dari faktor internal dan eksternal. Bahkan kurang dari waktu satu tahun jabatannya, beliau sudah menyambangi semua kantor cabang PLN di Indonesia agar tahu apa yang menjadi permasalahan ditiap-tiap daerah tersebut dan ia segera mencari jalan keluar nya.
       Gaya kepemimpinan yang beliau terapkan adalah kepemimpinan bebas yaitu keterlibatan kepemimpinanya relative kecil, para bawahan secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalahnaya.Hal ini ia lakukan karena PLN mempunyai struktur yang panjang dalam organisasi maupun kordinasi,sehingga sulit untuk mengontrol atau mengawasi setiap bawahan.  Misalnya dalam masalah surat disposisi jangan heran kalau  tidak ada intruksi,larangan maupun harapan  ditulisannya. Surat tersebut hanya berisi paraf beliau dan nama orang yang harus membaca surat itu. Beliau sangat yakin, tanpa disposisi satu kata pun, mereka tahu apa yang terbaik yang harus dilakukan.

Sebulan sekali, CEO PLN menulis surat kepada seluruh karyawan PLN. Ini adalah cara Dahlan Iskan untuk memotivasi dan berkomunikasi langsung dengan seluruh karyawannya. Surat itu diberi nama CEO’s note. Tujuannya, seluruh karyawan PLN yang lebih dari 50.000 orang itu bisa langsung membaca jalan pikiran dan keinginan pimpinan puncak perusahaan sehingga beliau pun tahu kendala atau permasalahan apa yang terjadi.Hal ini lebih efisien dan efektif dari pada harus menggelar rapat yag membutuhkan biaya seperti perjalanan dinas. Setiap kali CEO’s note terbit, banyak tanggapan dari karyawan melalui forum e-mail perusahaan.
Kepemimpin nya sangat focus dan konsisten,Selama enam bulan menjabat sebagai CEO PLN beliau belum pernah absen. Beliau memang sudah berjanji kepada diri sendiri: Selama enam bulan pertama sebagai Dirut PLN, beliau tidak akan mengurus apa pun kecuali listrik.Tidak akan pergi ke mana pun kecuali urusan listrik. Tidak akan bicara apa pun kecuali soal listrik

latar belakang wartawan membuat Dahlan Iskan selalu berpikir logis dan cermat,untuk menyimpulkan setiap persoalan yang penting dan kurang penting.Selama memimpin PLN Beliau banyak mengajarkan hal seprti kecepatan mengambil keputusasn, menghitung resiko, memperhitungkan hilangnya kesempatan, dan menepati janji yang telah diucapkan.Kerja keras dan kesabaran membuahkan keberhasilan PLN meraih gelar ‘Merketer of the Year 2010 Indonesia’, yang membuat para karyawan PLN bersorak kegirangan sekaligus terharu. Sudah lama tim PLN hanya jadi pecundang. Ini semua karena kerja keras PLN telah diakui masyarakat. Banyak pelajaran dari Dahlan Iskan   bagaimana Beliau memimpin yang  untuk membuat satu kemajuan pada institusi yang dipimpinnya dengan memanfaatkan sumber daya yang cerdas dan mengetahui kelebihan dan kekurangan sumber daya yang ada dan memang benar-benar mampu seperti halnya saat menghantarkan kesuksesan pada Group Jawa Pos terdahulu.


Setelah sukses melakukan transformasi menjadi perusahaan yang sehat,berprestasi,perusahaan yang mempunyai landasan untuk terus maju dalam melayani masyarakat.Beliau mendapatkan amanah yang semakin berat yaitu menjadi seorang menteri BUMN. Motto “kerja, kerja dan kerja” beliau tularkan kepada siapa saja, termasuk menyebarkan virus optimisme. Meskipun beliau saat ini sudah menjadi Menteri, namun beliau tidak mau menerima gaji sebagai seorang Menteri, tidak menempati rumah dinas yang mewah dan tidak menggunakan mobil dinas Menteri. Beliau selalu datang ke kantor sebelum satu pun karyawan yang datang ke kantor. Beliau memberikan contoh dengan tidak memburu keuntungan pribadi dalam pengabdiannya kepada negara.
          Sosok Dahlan Iskan mempunyai gaya kepemimpinan transfomasional,pemimpin yang menginspirasi bawahannya mendahulukan kepentingan bangsa dari pada kepentingan pribadi dan mampu membawa dan mengubah pola pikir serta berdampak luar biasa pada bawahannya. Misalnya ada satu grup BBM yang semua anggotanya eselon satu. Makameski Rapim Kementerian BUMN hanya dilakukan satu minggu satu kali(tiap Selasa jam 07.00), pada dasarnya rapat itu berlangsung bisa beberapa kali sehari. Hanya forumnya tidak di ruang rapat dengan sebuah meja rapat, tapi di forum BBM. Peserta bisa di mana saja dan sedang melakukan apa saja. Yang jelas tidak ada hidangan makanan kecil dalam rapat seperti ini. Model komunikasi manajemen yang seperti ini, sekaligus bisa menerobos  dan mendobrak hambatan-hambatan dalam lapangan. Juga bisa lebih terbuka. Kekurangan di satutempat langsung diketahui oleh siapa pun di tempat lain. Kalau tidakterbiasa memang seperti membuka aib dan kelemahan, tapi itulah cara yangefektif untuk melakukan perbaikan.Keluhan masyarakat, info soal korupsi, pengaduan tender yang main-main dan segala persoalan yang berkembang bisa langsung dikomunikasikan melalui grup BBM.Dengan hal ini masyarakat punbisa menilai dan  tahu bahwasannya Beliau bersama BUMN  kerja,kerja dan kerja.
                    Selain mendapatkaan pujian dan penghargaan sosok satu ini pun mendapatkan kritikan pedas atas kepimimpinan nya.Ia dianggap hanya melakukan pencitraan semata atas hal hal yang dilakukan nya.Mulai dari menggunakan KRL,membiarkan mobil gratis melewati jalan tol dengan alasan agar tidak terjadi kemacetan panjang saat itu.Bahkan ada yang melaporkan nya bahwa dia telah malakukan korupsi pada masa kepemimpinan nya di PLN,dia di anggap melakukan pemborosan dan pelelangan tender pembangkit listrik di Belawan yang bermasalah. Sikap Dahlan Iskan dalam menangani suatu masalah suka memotong birokrasi seperti menganti direksi tanpa rapat pemegang saham. Sebenarnya hal tersebut berdampak efektif dalam penyelesaian tiap masalah, karena tidak membutuhkan waktu yang lama. pemegang saham demi solidnya badan usaha.Ini juga menegaskan pak Dahlan juga bersikap. Terkait banyaknya aset milik BUMN khususnya di pertambangan, yang diambil oleh investor asing atau pemilik modal besar. Menteri BUMN, Dahlan Iskan dinilai telah memiliki satu kelemahan vital.
   Dahlan iskan mempunyai inovasi,ide kreatif untuk memecahkan maasalah dengan cepat. Dahlan Iskan merupakan pemimpin yang saat ini banyak dirindukan oleh masyarakat Indonesia. Mempunyai Karakter khas yang dimiliki oleh Dahlan Iskan antara lain rendah hati, pekerja keras, ulet, jujur, cepat dalam mengambil keputusan, dan tanpa kompromi. Gebrakan yang  dilakukannya banyak dapat memecahkan masalah serta berani mengambil keputusan besar meskipun tidak disukai oleh orang-orang disekitarnya. Karakter ini menunjukan orang yang cerdas dalam menyusun siasat untuk kemajuan bangsa.

Daftar Pustaka

Sholihin Hidayat.Dahlan Iskan Sang Pendobrak.Pt Elex Media Komputindo
Dahlan Iskan.Dua Tangis dan Ribuan Tawa.Pt Elex Media Komputindo
Dahlan Iskan.Kentut Model Ekonomi.Jaring Pena:Surabaya.

Burhan El Fanany. Dahlan Iskan Nothing To Lose Pemimpin Visioner Tanpa                                              Hati.Araska













PENDIDIKAN ISLAM DI ACEH


Waktu Masuknya Islam ke Aceh
Banyak sarjana telah menyatakan pendapatnya tentang penetapan waktu yangpasti masuknya agama islam ke Indonesia, khususnya ke aceh. Hal ini tidak mengherankan, karena warisan sejarah zaman yang lalu kebanyakan telah bercampurdengan dongeng banyak sekali perbedaan tentang masuknya islam ke Indonesia. Ada yangmenyatakan pada abad 13 masehi menurut
 Hoesein Djajaningrat, A Mukti Ali dam Mahmud Yunus.
Dan ada juga yang menyatakan bahwa islam masuk ke indonesia padapada abad 7-8 masehi. Pendapat ini didukung oleh
 Hamka, Moh Said, D.Q nasution, Ok  Rahmat, Dahlan Mansur 
dan lain-lain.
 Pada umumnya para ahli sejarah berpendapat bahwa pantai Sumatera bagianutara-lah yang mula-mula menerima ajaran Islam. Ada juga yang berpendapat bahwaBarus adalah daerah islam pertama di Indonesia. Alasan bahwa Barus yang mula-mulamenerima penyiaran Islam, karena sejak zaman kuno Barus sudah berperan sebagai Bandartransito dalam dunia perdagangan di wilayah nusantara. perdagangan Islam lebih dahuludatang di Barus, baru menuju Bandar-bandar dagang lainnya di Nusantara . H. M.Zainuddin berpendapat bahwa Peureulak yang mula-mula menerima agama islam denganmenggunakan sumber kitab
 Idhahul Haq fi mamlakatil,
buah tangan Abu Ishak Al-makarany.

 B.defenisi Pendidikan Umun dan Islam
 1. Arti Pendidikan secara etimologi
Pendidikan bersala dari bahaa yunani yaitu “Paedagogie”. Yang terdiri dari kata“PAIS” , artinya anak, dan “AGAIN” diterjemahkan membimbing, jadi paedagogie yaitu
bimbingan yang diberikan kepada anak

Secara definitif pendidikan (Paedagogie) diartikan oleh para tokohpendidikan, sebagai berikut :a)

John DeweyPendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapanfumdamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesamamanusia.b)

LangeveldMendidik adalah mempengaruhi anak dalam usahamembimbingnya supaya menjadi dewasa. Usaha membimbing adalah usahayang disadari dan dilaksanakan dengan sengaja antara orang dewasa dengananak/ yang elum dewasa.c)

HoogeveldMendidik adalah membantu anak supaya ia cukup cakapmenyelnggarakan tugas hidupnya atas tanggung jawabnya sendiri.d)

SA. Bratanata dkk.Pendidikan adalah usaha yang disengaja diadakan baik langsungmaupun dengan ara yang tidak langsung untuk membantu anak dalamperkembangannya mencapai kedewasaannya.e)

RousseauPendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada padamasa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa.f)

Ki Hajar DewantaraMendidik adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada padaanak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakatdapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya.g)

GBHNPendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadiandan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur

3.Tentang kata “Islam”,
ada yang mengartikannya sebagai penyerahan diri secaratentram dengan sepenuhnya terhadap kehendak Allah tanpa perlawanan. Disisi lain adayang m
engartikan “Islam” itu dengan perkataan damai atau sejahtera.

Dengan demikian “
 Pendidikan Islam”
dapat diartikan sebagai pendidikan yangberdasarkan kepada jaran islam sesuai dengan ajaran islam. Pendidikan islam menuntutagar setiap orang dengan ikhlas berserah diri kepada Allah. Pendidikan islam berusahamencapai kesejahteraan dan keselamatan hidup baik di dunia maupun di akhirat denganselalu berpedoman kepada perintah Allah dan rasulnya.
3. Pengertian pendidikan secara umum yang dihubungkan dengan Islam

 — sebagaisuatu system keagamaan

— menimbulkan pengertian-pengertian baru, yang secara implicitmenjelaskan karakteristik-karakteristik yang dimilikinya.Pengertian pendidikan dengan seluruh totalitasnya dalam konteks Islam inheren dengan konotasi istilah “tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib” yang harus dipahami secara bersama-sama.
-Ketiga istilah ini mengandung makna yang mendalam menyangkut manusia danmasyarakat serta lingkungan yang dalam hubungannya dengan Tuhan saling berkaitan satusama lain. Istilah-istilah itu pula sekaligus menjelaskan ruang lingkup pendidikan Islam:informal, formal dan non formal.Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapangenerasi uda untuk Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam,yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya,dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (lihat S. Al-Dzariat:56; S. ali Imran: 102).

 Pendidikan dalam Islam merupakan sebuah rangkaian proses pemberdayaanmanusia menuju taklif [kedewasaan], baik secara akal, mental maupun moral, untuk menjalankan fungsi kemanusiaan yang diemban-sebagai seorang hamba dihadapanKhaliqnya dan sebagai “pemelihara” [khalifah ] pada semesta [Tafsir, 1994].Dengan demikian, fungsi utama pendidikan adalah mempersiapakn peserta didik [generasi penerus] dengan kemampuan dan keahlian [skill ] yang diperlukan agar memilikikemampuan dan kesiapan untuk terjun ke tengah masyarakat [lingkungan], sebagai tujuanakhir dari pendidikan. Tujuan akhir pendidikan dalam Islam, sebagai proses pembentukandiri peserta didik [manusia] agar sesuai denganfitrah keberadaannya [al-Attas, 1984].Hal ini meniscayakan adanya kebebasan gerak bagi setiap elemen dalam duniapendidikan - terutama peserta didik -- untuk mengembangkan diri dan potensi yangdimilikinya secara maksimal. Pada masa kejayaan Islam, pendidikan telah mampumenjalankan perannya sebagai wadah pemberdayaan peserta didik, namun seiring dengankemunduran dunia Islam, dunia pendidikan Islam pun turut mengalami kemunduran.Dasar-dasar pendidikan Islam, secara prinsipil diletakkan pada dasar-dasar ajaranIslam dan seluruh perangkat kebudayaannya, yaitu:1.Al-Qur’an dan Sunnah, karena memberikan prinsip yang penting bagi pendidikan
yaitu penghormatan kepada akal, kewajiban menuntut ilmu dsb.2.

Nilai-nilai social kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam atasprinsip mendatangkan kemanfaatan dan menjauhkan kemudharatan bagi manusia.3.

Warisan pemikiran Islam, yang merupakan refleksi terhadap ajaran-ajaran pokok Islam.Karakteristik pendidikan Islam:1.

Penekanan pada pencarian ilmu pengetahuan, penguasaan dan pengembangan atasdasar ibadah kepada Allah swt.2.

Penekanan pada nilai-nilai akhlak.3.

Pengakuan akan potensi dan kemampuan seseorang untuk berkembang dalam suatukepribadian.4.

pengamalan ilmu pengetahuan atas dasr tanggung jawab kepada Tuhan danmasyarakat manusia.


Sistem Pendidikan Islam Di Aceh
sistem pendidikan Islam di Aceh hamper tidak berbeda dengan di daerah lainnyadi Indonesia. Anak-anak duduk bersila waktu belajar, tidak memakai bangku dan meja.Guru juga duduk seperti anak murid. Anak-anak belajar seorang demi seorang, belumberkelas-kelas seperti sekarang ini.Kurikulum pendidikan Islam dahulu tidak terikat dengan jumlah jam matapelajaran seminggu. Para guru bebas memilih buku dan bahan pelajaran yangdiajarkannya. Pelajaran tidak terikat pada suatu rencana pelajaran tertentu.Pada masa kerajaan aceh, pendidikan islam di aceh yang bersubstansikan ajaranislam diselenggarakan di lembaga khusus yang disebut maunasah, rangkang, dan dayah.Meunasah merupakan tempat ibadah yang kemudian berfungsi sebagai tempat pendidikanawal bagi sekeliling mesjid. Pengelolanya adalah seorang teungku yang pendidikannyasudah harus lebih tinggi dari rangkang. Lembaga yang lebih tinggi lagi disebut dayah yangdidirikan dan memiliki tiga tingkatan pengajaran sekaligus yaitu rangkang (junior), bale(senior), dan dayah manyang (universitas).
 6.Agar pendidikan islam itu lebih berbobot bagi masyarakat luas, maka ulama-ulama aceh     telah mengarang kitab-kitab dalam bahasa aceh, seperti : Hikayat AkhbarulKarim dan Bahaya Siribee. Kitab yang sulit dalam bahasa arab juga diterjemahkan ke
dalam bahasa melayu, seperti tafsir Qur’an yang berjudul “
Tarjumanul Mustafid Bil jawi”,
oleh Syek Abdul Rauf. Dalam hikayat akhbarul Karim dijelaskan tentang tauhid, ibadah,hari kiamat dan sebagainya.Dayah di aceh banyak menggunakan
expatriates
terutama dari timur tengah, untuk mengajar bukan hanya ilmu agama namun juga ilmu non agama seperti: Syekh M. Azhari(metafisika), Abu Al-kahar Ibn Syekh Ibn Hajar (hokum), Syekh Yamani (teologi)Dayah-dayah yang terkenal di Aceh pada masa yang lalu adalah Dayah Cot Kala,Jeureula, Lambirah, Tiro dan lain-lain.

6Dalam pengajaran, tidak ada batas umur untuk mulai belajar. Orang tuamenentukan sendiri kapan anaknya disuruh belajar. Ada orang tua yang mengirim anaknyabalajar pada usia lima, enam atau tujuh tahun. Pemerintah juga tidak menetapkan batasusia untuk mulai belajar. Ulama-ulama dahulu mengirim anaknya ke sekolah setelahberumur Tujuh tahun, batas umur dimana orang tua telah dibebani kewajiban untuk pendidikan anak mereka supaya mengerjakan sembahyang dan berakhlak mulia.Pada masa emas kerajaan aceh, yaitu pada Sultan Ali Mughayat Syah, dalammenghadapi portugis, ulama-ulama aceh memegang peranan yang besar yaitumenanamkan jiwa jihad kepada rakyat aceh, pada saat portugis hendak menyerang aceh,berkat kebaikan hati seorang muslim yang bekerja di kapal portugis itu, rahasiapenyerangan portugis tersebut dibocorkan, akibatnya aceh mengambil inisiatif menyeranglebih dahulu. Kemenangan pada masa ali mughayat syah antara lain disebabkan bainyahubungan antara aceh dengan Negara-negara Islam.Akan tetapi pendidikan islam suram ketika pada masa kemunduran kerajaan acehyaitu ketika kamalat Syah meninggal, terjadi perebutan tahta, masa pemerintahan ratu-ratuyang telah berlangsung selama enam puluh tahun suatu hal yang patut dibanggakan padamasa itu diakhiri dengan berdirinya Dinasti Sayid oleh orang Arab. Dinasti ini banyak sekali terjadi perebutan kekuasaan bahkan Mahmud Yunus, seorang sarjana Islammenggambarkan situasi pendidikan pada zaman suram itu sebagai berikut :
“pendidikan
dan pengajaran islam mendapat kemajuan di tanah aceh selama raja-rajanya menyokongdan turut memajukan bersama-sama alim ulama. Tetapi lama-kelamaan raja-raja tidak mementingkan lagi keberesan uruasan negara. Maka urusan agama turut pula kurangberes. apabila raja telah lengah menjalankan kewajiban agama,tentu rakyat lebih lengahlagi. Negeri kurang aman, antara satu kampong dengan kampong yang lain menjadisengketa dan saling selisih. Satu negeri berperang dengan negeri yang lain. Pendidikandan pengajaran terhenti kemajuannya. Raja tidak dapat mengembalikan keamanan dalamnegeri. Hal ini mengakibatkan kemunduran pendidikan dan pengajaran islam. Pergikepasar saja tidak aman. Waktu itu ulama tidak dapat melaksanakan tugasnya terhadaporang dating yang hendak mempelajari agama di surau atau di mesjid, sebab untuk 

7
bergerak lebih lanjut tdak dapatd, yang dapat pendidikan islam bertambah lamabertambah mundur keadaannya. Kemunduran makin bertambah sewaktu pecahnya perang Aceh.
8

Dari situasi yang demikian buruk, tidak dapat diharapkan pendidikan berjalandengan baik, memang pendidikan berjalan juga, tetapi syiar yang cemerlang akanbertambah nyata bila dakwah islam tidak ada rintangan. Dalam situasi Negara yang beradadalam keadaaan gawat, tipislah kemungkinan ulama-ulama asing mau dating dan tinggal diAceh. Ulama-ulama dan murid-murid dari daerah lainnya di Nusantara tentu telah seganpula dating jika aceh berada dalam situasi yang tidak aman. Terutama Belanda yang telahberkuasa di tempat lain, memperkecil kesempatan untuk pergi ke daerah-daerah islam,termasuk aceh karena hal ini berbahaya bagi mereka. Belanda dengan sengajamempertajam pertentangan sesama umat islam setiap ada kesempatan, seperti mengirimSentot Ali Basyah ke Minangkabau selama perang paderi. Namun demikian, pada masayang sulit itu masih ada juga ulama yang sempat menulis, misalnya Syekh Jalaluddin binSyekh Muhammad Kamaluddin Tursani yang hidup pada masa Sulthan Alaiddin JohanSyah (1735-1760) yang mengarang
Safinatul Hukam
. Dalam kitab ini dibahas masalah-masalah hokum tata Negara, hukum perdata, hokum dagang dan hokum pidana yangditinjau dengan kaca mata Islam. Dalam kitab itu dijelaskan agar raja bersifat adil, berani,lurus janji, berkata benar, penyanyang, sabar, pemaaf, syukur, tidak amarah, menahanhawa nafsu jahat, sehat, dan hebat. Raja harus meninggikan agama & beramal,meramaikan negeri dan Bandar, mengerjakan yang mendatangkan manfaat bagi rakyatserta menolak yang mendatangkan mudharat.

D.Modal Dasar Pendidikan Islam di Aceh
Pemda Aceh sebenarnya sudah berusaha meningkatkan pendidikan di Aceh. Pascapertikaian DI/TII (1957), pemda aceh mencoba membangun tiga macam model jalurpendidikan pada tingkat Perguruan Tinggi di kompleks pendidikan pelajar dan mahasiswa
(kopelma) Darussalam Banda Aceh yaitu : Universitas Syiah Kuala (1959), IAIN Jami’ah,Ar-Raniry Darussalam (20 September 1963) dan Dayah tingkat teungku chik (DayahMayang) dengan nama Dayah Teungku Chik Pante Kulu. Namun dayang mayang yangsemula diharapkan menjadi sebuah lembaga pendidikan tinggi alternative yangmenerapkan metoda tradisional dalam proses pendidikannya pada akhirnya tidak berjalanefektif. Hal ini disebabkan oleh kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas tinggi danbersedia tinggal penuh did ayah, juga karena orientasi mahasiswa yang lebih tinggi padapencapaian gelar kesarjanaan formal.Pemda juga mendirikan Yayasan Malim Putra (1987) yang bergerak dalam bidangpendidikan, mendirikan beberapa kelas unggulan di beberapa sekolah di sore harimeskipun berjalan hanya dua tahun karena kekurangan dana dan pengelola professional,mendirikan SMU Modal Bangsa, mendirikan Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa melaluiyayasan Pengembangan SDM (YPSDM). Ada pula usaha pihak swasta (individu maupuninstitusi) seperti pembangunan sekolah terpadu lueng Putu yang diketuai oleh T. Abdullah(pensiunan direktur bank BNI Jakarta) dan Bustanul Ulum di Langsa. Pada tahun 1993,pemda bersama MPD merevisi kurikulum muatan lokal di seluruh tingkatan sekolah diaceh, dengan menyeimbangkan dengan tujuan pembelajaran di kurikulum, danpenambahan dibidang akhlak untuk semua jenjang sekolah.PENDIDIKAN membuat manusia cerdas dan maju. Dengan pendidikanmemperangaruhi watak suatu bangsa sehingga bangsa itu memiliki peradaban. Maka perlukonsep pendidikan yang baik dan benar agar tidak terjadinya ketimpangan danproblematika dalam kehidupan masyarakat.Dalam konteks Aceh sebagai daerah Syariat Islam, apakah systempendidikannya sudah Islami; apakah sudah dilaksanakan dalam praktik sesuai yangdiamanahkan Qanun Pendidikan Aceh? Harus diakui, banyak pengelola pendidikan itubelum jelas tentang konsep dan bentuk pendidikan Islami. Gilirannya, guru atau tenagarapengajar juga tidak memiliki petunjuk teknis bagaimana menerapkan pembelajaran yangbernuansa Syariat (Islam)..      
      Secara konsep, bahwa pendidikan Islami adalah berbasis nilai-nilai Islam,komprehensif, integratif dan holistic yang diterapkan dalam proses penyelenggaraannya.Agaknya ini yang mengilhami Majelis Pendidikan Daerah(MPD) NAD mengadakan seminar Internasional system pendidikan Islami (9-12November 2008) lalu di Banda Aceh.Intinya untuk mendapatkan solusi aplikatif bagikebijabakan dan penerapan sistem pendidikan Islami di Aceh.

E.    Fenomena Aceh
Saat ini, mutu pendidikan kita (Indonesia) menempati posisi terendah di Asia.Ada beberapa faktor penyebab, baik dari segi muatan isi pendidikan (kurikulum), pendidik,maupun moralitas. Di antaranya, sistem pendidikan nasional adalah warisan penjajahBelanda. Itu sebabnya prosesPendidikan mengalami kegagalan dalam misi mencerdaskan bangsa. Kecuali itu,pergantian kurikulum setiap tahun sangat merugikan rakyat, karena cenderung menjadimomen tradisi buruk ini menjadi proyek bagi instansi/golongan tertentu. Termasuk diAceh, yang menjadikan dunia pendidikan sebagai obyek bagi kalangan (stake kholder)dengan program-program yang samasekali tidak menyentuk aspek mutu pendidikan itusendiri.Aceh, yang menerapkan syariat Islam, ternyata muatan kurikulum pendidikannyabelum mencerminkan nilai-nilai syariat itu. Misal, kurikulum SD, SMP, SMA bahkanperguruan tinggi umum, untuk bahan ajar Aqidah, Fikih, Alquran dan Akhlak tidak mendapat perhatian seperti halnya pelajaran umum. Pelajaran ini belum diajarkan secarakomprehensif dan berkesinambungan sehingga berdampak kepada kualitas pendidikan dansosial peserta didik dan masyarakat Aceh, umumnya. Yang diajarkan hanya hal-hal yangtidak urgen dan bermanfaat. Ambil contoh, pendidikan sekolah kita belum mampumemberi pemahaman tentang moral bagi anak didik, sehingga masih ditemukan bagaimanakenakalan terjadi bahkan tindak kejahatanSeperti tawuran antarpelajar/ mahasiswa, pencurian, khalwat/pacaran,mesum/zina, mengkomsumsi ganja, merokok dan sebagainya . Ini indikator kalaupengajaran nilai Islami mengalami kegagalan. Kondisi ini diperparah pula dengan akhlak pendidik yang sangat memprihatinkan. Sebagai pendidik, seharusnya guru/dosen menjadiuswah (teladan) bagi siswa/mahasiswanya, bukan sebaliknya. Selama ini ada "oknum"guru/dosen hanya mengajar dan makan gaji, bukan mendidik dan membimbing mereka.Tidak ada rasa amanah terhadap kewajibannya sebagai pendidik. Merekapun tidak memberikan qudwah (panutan). Sehingga memberi kesan tidak edukatif bagimurid/mahasiswanya. Padahal kewajiban guru/dosen bukan hanya mengajar, akan tetapumembentuk kepribadian anak didikannya dengan akhlak yang mulia.Kecuali itu, nilai-nilai budaya Aceh (yang Islami) sudah mengalami kelunturanbahkan nyaris punah. Misal, memberi ruang bagi munculnya tindakan khalwat, baik dalamproses belajar maupun dalam pergaulan mereka di luar itu. Pergi dan pulang kampusbarengan antara laki dan perempuan yang bukan muhrim sudah menjadi trend, bahkantanpa rasa malu si perempuan berboncengan motor memeluk si laki. Pacaran dan pergaulanbebas mewarnai dan menodaiLingkungan pendidikan kita, atau tentang cara berpakaian yang tidak menganutnorma-norma agama. Ironisnya, pihak berwenang seperti kepala sekolah/Rektor dan paraguru/dosen diam saja, hanya menjadi penonton tanpa berusaha amal maruf nahi munkar.Pembiaran non budaya Islami, telah mengakibatkan tatanan kehidupan masyarakatmenjadi bobrok..Bagaimana pendidikan di negeri luar? Sangat beda dengan di negeri kita. Nilai-nilai moral begitu terasa dalam sistem pendidikan mereka. Agaknya, ini patut kitabecermin dan mengadopsi sitem pendidikan Negara luar (yang Islami). Sebutlah diantaranya Universitas al-Azhar, atau di Malaysia, saya melihat hal menarik yang patut kitacontoh dalam menerapkanPendidikan Islami di Aceh. Di antaranya persyaratan utama untuk masuk universitas tersebut yaitu mampu membaca Alquran dengan baik dan bertajwid, di sampingharus lulus standar ujian bahasa Arab atau Toafl. Itu juga ditunjukkan sikap parapengajarnya yang jujur, ikhlas dan amanah. Mereka mengajarkan ilmu kepada paramahasiswa dengan ikhlas dan sungguh-sungguh.Memulai belajar dengan basmallah atau tahmid (pujian kepada Allah), danmenutupnya dengan hamdallah atau doa. Di sela-sela pengajaran ada taushiah (nasehat) dan mereka benar-benar menjadi uswah . Pembentukan akhlak dan budaya Islami dilingkungan pendidikan mereka menjadi prioritas para guru dan dosen.Demikian pula adanya sejumlah aturan, misal, aturan pakaian yang sopan dan syari, yaitu pakaian yang harus menutup aurat, tidak tipis (transparan) , tidak membentuk lekuk-lekuk tubuh (ketat) dan tidak menyerupai pakaian lawan jenis, juga tidak merokok dikampus,larangan couple (pacaran atau khalwat), menyontek, pornografi dan pornoaksi,adanya pemisahan antara siswa/mahasiswa laki-laki dan perempuan, baik di kelas, kampusmaupun asrama. Begitu juga dengan sarana dan fasilitas olah raga, internet danentertainment (hiburan).Kurikulum yang berkualitas, termasuk kewajiban menghafal Alquran. Adaprogram tambahan yaitu tahfiz. Maka tidak heran seorang sarjana kedokteran atau tehnik sipil mampu menghafal Alquran. Islamisasi knowledge (ilmu pengetahuan) merupakanbagian Kita berharap kepada Pemerintah Aceh dan instansi terkait lainnya (dalam hal iniDepag, Dinas Pendidikan, dan MPD) dapat merumuskan konsep pendidikan Islami danmenerapkannya dalam pendidikan di Aceh.
     
Dan baru-baru ini, Pemprov NAD membuat terobosan baru dengan membentuk badan pendidikan dan pemberdayaan dayah di seluruh kabupaten/kota. Badan ini, bertugasmemberdayakan sumber daya manusia sekaligus memberikan kontribusi bagi santri dalambidang ekonomi. Dengan adanya badan ini, pembinaan dan pemberdayaan dayah tidak lagipartikular dengan bantuan pihak ketiga, melainkan masuk dalam sistem pemerintahan danmemperoleh bantuan dana melalui APBA.
“Konsekuensinya, Pemprov NAD harus menyediakan dana setiap tahun bagi
dayah-dayah yang bernaung di bawah badan tersebut,” kata Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar kepada wartawan di Banda Aceh, kemarin.Menurut dia, pembentukan badan tersebut sudah diwacanakan kepada masing-masing kabupaten/kota, agar memfasilitasi dayah dengan memberikan lahan. Dengandemikian, para santri, selain belajar kitab Salafiyah, mereka juga dapat mengembangkanusaha.
“Mereka ini tidak boleh terus bergantung
dengan sumbangan pihak ketiga maupunsumbangan tidak mengikat lainnya, tetapi ke depan dayah harus mandiri dan berdikari
dengan lahan yang diberikan,” sebut Wakil Gubernur.
 Untuk tahap awal, Pemprov NAD akan memberikan bantuan, baik untuk tambak,perkebunan dan usaha lainnya. Dan ini akan dikelola secara profesional oleh para santridayah. Dengan demikian, melahirkan sumber pendapatan dayah.Kendala selama ini, kata Nazar, jangankan modal usaha lahan yang digarap pun tidak ada,sehingga kehidupan dayah san
gat memprihatinkan. “Kita harapkan masa depan dayah diAceh menjadi bingkai perkembangan pendidikan Islam,” harap dia

F. Kesimpulan
Pendidikan merupakan suatu proses belajar engajar yang membiasakan kepadawarga masyarakat sedini mungkin untuk menggali, memahami dan mengamalkan semuanilai yang disepakati sebagai nilai yang terpujikan dan dikehendaki, serta berguna bagikehidupan dan perkembangan ciri pribadi, masyarakat, bangsa dan negara. PendidikanIslam sendiri adalah proses bimbingan terhadap peserta didik ke arah terbentuknya pribadimuslim yang baik (insan kamil)Keberhasilan dan kemajuan pendidikan di masa kerajaan Islam di Aceh, tidak terlepas dari pengaruh Sultan yang berkuasa dan peran para ulama serta pujangga, baik dariluar maupun setempat, seperti peran Tokoh pendidikan Hazah Fansuri, Syamsudin As-Sumatrani, dan Syaeh Nuruddin A-Raniri, yang menghasilkan karya-karya besar sehinggamenjadikan Aceh sebagai pusat pengkajian Islam

DAFTAR PUSTAKA.


 http://www.serambi news.com/old/ index.php? aksi=bacaopini&opinid=19073.

Thamrin,M.danMulyana,Edy.Perang kemerdekaan Aceh,BadanPerpustakaan Provinsi NAD, 2007.

Thamrin , M.Aceh,melawan Penjajahan Belanda,CV. Wahana, Jakarta,2004.







CONTOH ESAI

Dilema RSBI
     
Seperti pisau bermata dua mungkin inilah ungkapan yang sesuai untuk dunia edukasi di indonnesia.Dari keiginan yang mmulia untuk memajukan dunia pendidikan ibu pertiwi harus berakhir dengan memilukan.Gugatan untuk mennghapuskan sekolah bertaraf internasional di kabulkan di meja hijau melalui mahkamah konstitusi.Maka berakhirlah kesaktian rsbi.Seiring hal itu pro dan kontra terus bermunculan.Di kalangan masyarakat bawah mennyambut dengan gembira dan pemerintah harus menerima dengan lapang dada atas hasil  yang di dapat di meja hijau.
     Hal ini terjadi karena kebijakan sekolah bertaraf internasional,di pandang pendidikan hanya untuk orang kaya,seperti anak pejabat,birokrat dan pengusaha.Lalu bagaimana dengan siswa siswi,para remaja sebagai asset bangsa yang mempunyai potensi dan bakat yang lebih,tetapi tidak dapat menggali potensi yang di milikinya.Hal yang sangat ironi dan pemerintah harus segera mencari jalan keluar yang konkret.
    Hanya karena nasib yang tidak berpihak,siswa yang orang tuanya tidak mampu tidak bisa menikmati pendidikan yang optimal.Apakah itu cukup adil?sebagai Negara yang menganut pancasila sebagai dasar Negara sudah sangat gambling dan tidak dapat di pungkiri itu adalah hal yang salah.Sebab itu bertentangan dengan sila kedua yang berbunyi kemanusian yang adil dan beradab.
    Padahal sekolah bertaraf internasional mempunyai konsep dan maksud yang baik.Hanya saja praktek di lapangan tidak berjalan dengan lancar dan mulus.Misalnya,ada anak pejabat yang ingin masuk sekolah bertaraf internasional tetapi anaknya tidak lullus seleksi agar tidak malu karena ia seorang pejabatan dengann terpaksa orang tua tersebut melakukan berbagai cara dengan menyogok sekolah tersebut.Ini memang sudah menjadi rahasia umum.Jika dunia pendidikan juga dijadikan peluanng sampingan pemasukan kantong.
    Sekolah bertaraf internasional lebih di unggulkan dengan fasilitas yang memadai bahkan mewah.Ruangan yang di lengkapi pendingin ruangan,lapangan olahraga yang lengkap,computer yang berlimpah,jaringan internet yang berkecepatan tinggi.Dengan fasilitas seperti itu sudah menunjukan kualitas dan kuantitas seperti yang di harapkan.
    Jika kita telaah dan di kaji dengan kepala dingin sekolah bertaraf internasional memiliki konsep liberalisme yang hannya memandang golongan,jabatan,dan kolega.Jika di lihat dari sudut pandang social dan budaya akan menumbuhkan interaksi sosial yang bergejolak antara si miskin dan si kaya .Hal ini memiliki dampak yang serius yang akan memunculkan kelompok-kelompok,golongan antar pelajar.Misalnya siswa yang datang kesekolah mengggunakan mobil hanya berteman dengan pelajar yang menggunakan mobil,siswa yang datang dengan sepeda motor hanya berteman dengan pelajar yang menggunakan sepada motor.Jika di biarkan
  Brlarut-larut sbi akan menimbulkan kesenjangan sosial.Contohnya jika terjadi kecelakaan sepeda motor ,ada siswa yang milihat  temannya kecelakaan tetapi tidak menolongnya sebab dia bukan kelompok atau golongannya.

     Itulah sebagian faktor di berhentikannya  sekolah bertaraf internasional di bumi ibu pertiwi sejak tanggal 13 januari 2013.Sudah sepatutnya pemerintah melakukan intropeksi,koreksi dan merefleksikan diri terhadap kebijakan yang di buat agar tidak jatuh pada lubang yang sama.Bukankah guru terbaik adalah pengalaman

SEJARAH KOMPUTER


  Istilah Komputer berasal dari bahasa latin "computare", yang berarti alat hitung, karena awalnya komputer lebih digunakan sebagai perangkat bantu dalam hal penghitungan angka-angka sebelum akhirnya menjadi perangkat multifungsi. Komputer saat ini adalah hasil evolusi panjang dari komputer zaman dahulu, yang mulanya adalah alat mekanik dan elektronik. Berikut ini contoh penemuan komputer.
a. Abacus . Sempoa atau Abacus adalah alat kuno untuk penghitungan yang terbuat dari rangka kayu dangan sederetan poros yang berisi manik - manik yang bisa di geser. Alat ini digunakan untuk melakukan operasi aritmatika seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian pembagian dan akar kuadrat.Muncul sekitar 5.000 Tahun yang lalu di cina dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini. Abacus dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi (penghitungan). Penggunanya melakukan perhitungan dengan menggunakan biji - bijian geser yang diatur pada sebuah rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, abacus kehilangan popularitasnya. Abacus atau Sempoa

b. Mesin Buatan Charles Babbage . Banyaknya kesalahan perhitungan dengan manual menginspirasikan seorang ilmuan yaitu Charles Babbage untuk menemukan mesin hitung mekanik sehingga dapat mengurangi kesalahan perhitungan. mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulang kali tanpa kesalahan. sedangkan matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah - langkah tertentu. Masalah tersebut kemudian berkembang hingga menempatkan mesin mekanik. Kemudian babbage mendapat inspirasi dari perkembangan mesin hitung yang dikerjakanoleh wilhem Schickard, blaise pascal, dan gottfried leibniz. Charles Babbage mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensial yang muncul pada tahun 1822. Mesin tersebut dinamakan mesin differensial.Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis. Setelah bekerja dengan mesin differensial selama sepuluh tahun, babbage terinspirasi untuk memulai membuat komputer generasi purpose (multifungsi) pertama, yang di sebut analitycal engine.Atas sumbangan penemuan yang sangat besar ini maka Charles Babbage disebut bapak komputer modern. Charles Babbage
GENERASI PERTAMA

Komputer generasi pertama masih sangat sederhana dan belum kompleks penggunaanya. Komputer generasi pertama belum dapat memperoses masalah-masalah yang rumit. Ukuran komputer generasi pertama sangat besar dan prosesnya pun masih lambat.
komputer generasi pertama menggunakan tabung vakum (vacuum tube) untuk memproses dan menyimpan data. Tabung vakum berukuran seperti lampu kecil. Tabung vakum cepat panas dan mudah terbakar. Ribuan tabung vakum diperlukan untuk mengoperasi komputer generasi pertama. Komputer generasi pertama murni peralatan elektronik yang berfungsi untuk membantu ilmuwan menyelesaikan masalah perhitungan matematika secaracepat dan tepat. Ukurannya yang besar mirip komputer induk atau komputer utama. Contohkomputer generasi pertama adalah ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Calculator) yang dibuat oleh Dr John Mauchly dan Presper Eckert tahun 1946.

GENERASI KEDUA
Komputer generasi kedua menggunakan transistor dan dioda untuk menggantikan tabung vakum walaupun keduanya juga mudah terbakar. Pada komputer generasi kedua, diperkenalkan cara baru untuk menyimpan data, yaitu dengan penyimpanan secara magnetik. Penyimpanan secara magnetik menggunakan besi-besi lunak yang dililit oleh kawat. Kecepatan proses komputer generasi kedua lebih cepat dibandingkan generasi pertama. Awalnya, komputer generasi kedua menggunakan bahasa program tingkat tinggi, seperti Foltran (1954) dan COBOL (1959). Kedua bahasa program itu menggantikan bahasa mesin. Pada generasi in, ukuran komputer lebih kecil. Komputer generasi ini digunakan untuk proses data di bidang perniagaan, universitas, dan militer. Contoh komputer pada generasi kedua adalah DEC PDP-8, IBM 700, dan IBM 7094.

GENERASI KETIGA
Komputer generasi ketiga dibuat dengan menggabungkan beberapa komponen di dalam satu tempat. tampilan dari komputer juga disempurnakan. Selain itu, komputer generasi ketiga penyimpana memorinya lebih besar dan diletakkan diluar (eksternal). Penggunaan listriknya lebih hemat dibandingkan komputer generasi sebelumnya. Ukuran fisiknya menjadi lebih kecil sehingga lebih menghemat ruang. komputer generasi ketiga juga mulai menggunakan komponen IC atau disebut chip. Dapat digunakan untuk multiprogram. Contoh komputer generasi ketiga adalah Apple II, PC, dan NEC PC.

GENERASI KEEMPAT
Komputer generasi keempat masih menggunakan IC/chip untuk pengolahan dan penyimpanan data. Komputer generasi ini lebih maju karena di dalamnya terdapat beratus ribu komponen transistor. Proses pembuatan IC komputer generasi ini dinamakan pengintegrasian dalam skala yang sangat besar. Pengolahan data dapat dilakukan dengan lebih cepat atau dalam waktu yang singkat. Media penyimpanan komputer generasi ini lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Komputer generasi ini sering disebut komputer mikro. Contohnya adalah PC (Personal Computer). Teknologi IC komputer generasi ini yang membedakan antara komputer mikro dan komputer mini serta main frame. Beberapa teknologi IC pada generasi ini adalah Prosesor 6086, 80286, 80386, 80486, Pentium I, Celeron, Pentium II, Pentium III, Pentium IV, Dual Core, dan Core to Duo. Generasi ini juga mewujudkan satu kelas komputer yang disebut komputer super.

GENERASI KELIMA
Komputer generasi kelima memang belum terwujud karena komputer generasi ini merupakan komputer impian masa depan. Pembuatan bentuk komputer generasi kelima tentunya akan lebih kompleks. KOmputer generasi kelima ini diperkirakan mempunyai lebih banyak unit pengolahan yang bekerja secara serentak untuk menyelesaikan lebih dari satu masalah dalam waktu bersamaan. Komputer generasi ini juga mempunyai memori yang besar. Komputer impian ini diperkirakan akan mempunyai kepandaian tersendiri atau dapat membuat keputusan sendiri. Sifat luar biasa komputer ini disebut sebagai kecerdasan buatan.




 Sumber:Internet
              http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_perkembangan_komputer